Ya tuhanku, semoga keputusanku ini yang terbaik. Aku hanya berusaha untuk mengikhlaskannya pergi, aku tak punya maksud untuk melupakannya bahkan membencinya.
Aku tak mungkin bisa melupakan dan membencinya, karena ia pernah membuat hidupku memiliki cerita yang tak biasa.
Hari ini aku mencoba untuk merelakannya, tapi entah kenapa tuhan mempertemukan kita secara tidak sengaja. Apa saat kita bertemu tadi adalah ujian tuhan tentang mentalku menemuinya??
Saat bertemunya tadi, aku hanya berusaha tenang dan menganggap ini hanya pertemuan biasa.
aku pun menyapa mu saat itu, kamu pun bertanya aku dari mana dan aku menjawab dari toko buku. kamu bertanya lagi mau kemana, dan aku menjawab mau pulang. kamu berpamitan untuk pergi dan aku hanya menjawab iya dan pergi dengan perasaan yang membingungkan.
Di perjalanan pulang, aku berpikir untuk menghubunginya. Tapi entah apa yang harus aku sampaikan, dan aku pun menghubunginya via whatsapp.
Aku banyak berterima kasih padanya, dan ia pun membalasnya mengatakan
"God knows the best, semoga kelak kalau kita dipertemukan lagi aku akan menjadi seseorang pribadi yang lebih baik untuk menjagamu dan mengayomimu. Kamu baik-baik ya, kita gak tau kehendak tuhan. Makasih atas semua kenangan ini."
Mungkin ini hari terakhirku bertemu dengannya, hari terakhirku mendapatkan pesan darinya.
Aku hanya berusaha untuk tenang dan berfikir positif atas semua yang telah terjadi sebelumnya dan hari ini.
Kita tak perah tau apa kehendak Tuhan kedepannya, mungkin saat ini ia bersama orang lain dan bisa jadi kelak ia digariskan oleh Tuhan untukku atau bahkan Ia tetap bersama orang lain dan akupun menjalani hariku dengan orang lain.
Aku hanya selalu berdoa yang terbaik untuknya dan untuk diriku, aku tak pernah berniat dan berusaha untuk membencinya. Kita tetap menjadi teman, dan aku dapat mengunjunginya sebagai teman baik yang pernah memimpikan satu atap bersama.
Aku hanya berusaha sebisaku untuk tenang, merelakan serta mengikhlaskan apa yang tidak Tuhan takdirkan untuk diriku.
Aku tetap menyayanginya, menyayangi keluarganya.
Kalau memang Tuhan menggariskan mu bersamaku maka sejauh apapun kita pergi Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan kita kembali, namun bila Tuhan memang menggariskanmu dengan orang lain maka usaha sebesar apa pun kita untuk bertemu dan bersatu pun tak akan mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar