Selasa, 07 Juni 2016

Terlambat

Hari ini kembali ku di temani rintik hujan dan alunan musik yang membawa ku jauh kedalam renungan.
Ku nantikan setiap jawabmu, namun semua tak sesuai harapan.
Entah mungkin salahku, salah perasaanku yang datang terlambat.
Atau memang kita berada di situasi yang salah.
Hari itu, entah apa yang ku rasakan.
Mungkin aku telah membuatmu terluka, mungkin aku telah membuat mu berubah fikiran.
Mungkin bukan salahmu yang tak memberiku waktu, memang salahku yang tak cepat untuk berfikir dan mengambil keputusan.
sehingga fikiranku serta keputusanku hari ini menjadi sia-sia.

Untukmu yang pernah ada dan selalu ada, terimakasih karna pernah menungguku untuk kembali walau saatnya datang dan semua telah berubah.

Semoga aku tetap bisa menjadi temanmu, tanpa harus berubah dan pergi begitu pula denganmu.

Senin, 06 Juni 2016

Hujan

Kamu tau apa yang di rindukan dari datangnya hujan?
Karena hujan selalu mampu menahanmu untuk tetap.
Hujan itu memiliki gemericik yang mampu menenangkan hati dan pikiran.
Hujan itu mampu mengembalikan sebongkah kenangan-kenangan dimasa lampau bersama rintiknya yang menari.

Kamis, 26 Mei 2016

Apa sih manfaatnya dari single (jomblo) ?

Bagi sebagian orang mungkin kalau disiggung soal single atau jomblo itu lebih sensitive, tapi tau gak sih dengan status kita yang single atau jomblo itu banyak  banget manfaat atau hal positive-nya, diantaranya :
1. Kalian lebih memperhatikan diri sendiri dari segi kesehatan atau fisik.
2. Punya banyak waktu yang bisa dipergunakan untuk belajar, memperbaiki diri menjadi lebih baik, mendekatkan diri kepada Sang pencipta, mengikuti berbagai organisasi atau hal-hal yang positive lainnya.
3. Bisa dengan mudah jalan sama siapapun tanpa memikirkan perasaan orang lain, karena saat kita memiliki status hubungan dengan seseorang otomatis kita akan selalu memikirkn perasaan pasannngan kita sehingga membuat kita menjaga-jaga untuk berteman dll.
4. Bisa tidur dengan tenang tanpa nungguin kabar dari pacar.
5. Hidup lebih produktif, dengan artian hidup kita lebih tertata dengan baik tanpa adanya galau-galau mikirin pacar yang pergi gak ada kabar.
6. Lebih dekat dengan keluarga serta teman-teman, kenapa seperti itu?. Karena saat kita pacaran banyak sekali waktu-waktu yang kita lewati bersama keluarga ataupun teman karenna hati sedang berbunga-bunganya dengan si pacar. sehingga saat kita single banyak sekali waktu yang kita miliki untuk memperbaiki waktu kita bersama keluarga ataupun tean.
7. Uang jajan yang bisa kita tabung, karena waktu kita pacaran pasti ada saja uang jajan yang disisihkan untuk berkencan sama si doi. sehingga saat kita single uang jajanpun juga bisa kita sisihkan untuk hal-hal yang lebih penting.
8. Lebih fokus dalam melakukan aktivitas, dengan artian bahwa saat kita melakukan suatu aktivitas tidak ada hal mengganggu. seperti, telpon dari pacar, sms atau chatt dari pacar, dan bahkan pikiran-pikiran yang terlintas dari pacar yang ngebuat kita tidak fokus dalam melakukan aktivitas.
9. Lebih mandiri, kenapa bisa lebih mandiri? karena saat kita single segala sesuatu kita lakukan dan jalani sendiri tanpa adanya bantuan atau masukan dari pacar.
10. dengan adanya dingle, orang tua jadi tidak berfikir aneh-aneh saat kita ada diluar rumah. karena biasanya saat kita pacaran, orang tua berfikirnya kalau kita keluar rumah berarti sedang bersama sang pacar dan hal itu yang membuat orang tua menjadi was-was.

Senin, 23 Mei 2016

What should I do ?

Pernah gak sih ngerasain hal kaya gini?
Perasaan tuh pengen deket bahkan memiliki seseorang tapi juga bingung buat ngambil keputusan.
ya ini yang lagi dirasain, even gue ngerasa pengen buat punya suatu komitmen sama seseorang tapi juga gue ngerasa kalo kita gak bisa sama-sama.
ada beberapa hal yang ngebuat gue takut dengan hal ini, apa cuma karena hati gue lagi kosong dan jenuh maka dari itu gue pengen sama orang itu atau karena gue merindukan sosok itu.
ada satu hal lagi yang ngebuat gue bingung untuk menetap atau pergi, saat gue menetap pasti mikir umur kita beda dan lebih tua gue. yaa memang sih semua gak di pandang dari umur, example : bokap nyokap gue nikah dengan umur yang berbeda, dimana nyokap lebih muda dari bokap.
tapi hal itu yang kadang bikin gue mikir, nanti saat gue udah siap buat melangkah lebih jauh apa dia siap??
and then, saat gue pergi kenapa malah gue selalu kaya gak rela buat ninggalin dia. memang sebelum-sebelumnya gue bisa ngejalanin suatu hubungan sama orang lain, tapi sering untuk beberapa kali gue kepikiran dia. Entah karena memang jarak kita yang berdekatan, atau mungkin gue masih ada perasaan.
Ini udah 4 tahun lewat setelah kita gak ada komitmen apa-apa, tapi entah kenapa gue selalu penasaran tentang orang itu. terkadang usaha untuk biasa aja atau mengacuhkan tapi naasnya malah lebih sering nengok ke jendela saat orang itu ada di depan rumah.
so, gue gak tau harus apa. kalaupun gue jujur sama perasaan gue sekarang, mungkin gue udah terlambat. dan mungkin orang itu juga udah gak bisa kembali ke awal dimana kita mulai.
jadi, gue cuma bisa memandangi seseorang dari jauh. yaa dari jauh hahaha..
kalau dipikir, lucu sih ya kaya mendam perasaan selama bertahu-tahun dan bisa dibilang gue bohong sama semua perasaan gue. yaudahlah ya, kita gak ada yang pernah tau gimana hari ini, besok, lusa atau setahun kedepan. Jodoh gak ada yang tau, kalaupun memang kita gak bisa sama-sama setidaknya kita masih bisa kenal dan tetap menjadi teman. 

Minggu, 08 Mei 2016

jaman sekolah sama jaman kuliah.

Apa sih yang kalian ridukan dari masa-masa sekolah?
Menurut kalian lebih enak jaman sekolah, kuliah or kerja?
Sekolah itu menurut gue adalah masa paling menyenangkan, karenaaaa...
jama sekolah itu lo bisa deket dengan banyak temen mau itu temen enak atau engga tapi kalian berusaha buat menyesuaikan diri dengan mereka. Nah kalau kuliah biasanya lebih individual, contohnya lebih memikirkan diri sendiri atau lebih pilih temen-temen yang sejalan sama diri mereka. Jadi, kalau yang gak sejalan ya ditinggalin gitu aja. Jahat sih, ya tapi begitulah jalan hidupnya.
Yang bikin seneng lagi jaman sekolah itu, dimana kita bisa naksir temen satu sekolah dan diem-diem merhatiin doi karna udah pasti tiap hari ketemu dan bisa liat doi.
Contohnya gue pas lagi naksir temen satu sekolah, dari yang awalnya biasa aja sampai akhirnya suka curi-curi pandang gitu ngeliatin doi dari kejauhan dan kalau doi liat ke arah gue langsung lah salting atau pura-pura buang muka. *dasar ya emang anak sekolah lagi kasmaran.
nah coba kalau jaman kuliah nih, misal hari ini lo liat orang yang buat lo tertarik sama dia, tapi belum tentu besok dan seterusnya lo bisa liat dia lagi hahaha.. semacam hantu ya karna lo bisa liat dia di saat gak sengaja.
Kalau jaman sekolah lo ada tugas bisa lah cincai" sama temen satu kelas, nah kalo jaman kuliah tugas tuh bener-bener deh ngerjain sendiri tanpa ada orang yang peduli lo udah ngerjain atau belum.
jaman sekolah kalau di kasih tugas kelompok ya kerjainnya bareng-bareng, nah kalau kuliah belum tentu itu tugas dikerjain bareng-bareng. Bisa jadi yang kerja cuma 2 sampai 3 kepala dalam 1 kelompok. Ada ajalah alasan buat gak ngerjain itu tugas, yang bilang gak ada laptop atau internet atau sibuk dll. Tapi ya mau gimana, masa mau ngomel-ngomel. Kita udah dewasa jadi selesain aja masalah baik-baik, ya paling kadang dosen nanya ini kerja semua atau engga. Kalau yang baik sih kadang ngumpet-ngumpetin dan bilang kerja semua tapi kalo yang rada jahat bisa juga ngebocorin ke dosen siapa yang gak kerja hahahha.
Enaknya jaman sekolah itu kalau mau makan pas jam istirahat semua makanan ada di kantin, kalo pas kuliah makanan tuh terbatas dan harganya yang terbilang lumayan menguras kantong.
Kalo temen-temen jaman sekolah itu yaaa bisa di bilang setipe lah tapi kalau kuliah temen tuh banyak tipenya, apa lagi kalau diliat dari lifestyle nya. Ada yang kerjanya nabunggg mulu, ada juga yang hidupnya ngehedon mulu. Ada yang tiap pulang kuliah langsung pulang, ada juga yang tiap pulang kuliah rapat dulu, atau bahkan ngelayap dulu ke tempat-tempat nongkrong.

Banyak lah perbedaan jaman sekolah sama jaman kuliah, dan banyak juga yang dirindukan.
Hidup itu terus berjalan, jadi mau bagaimanapun kehidupan kalian kedepannya terima aja dan terus bersyukur. Hidup itu indah kalau di jalani dengan banyak bersyukur :).

Btw kalau ada yang mau berbagi cerita atau mau kasih ide komen aja ya, thx before.

Rabu, 27 April 2016

Belajar mengikhlaskanmu

Ya tuhanku, semoga keputusanku ini yang terbaik. Aku hanya berusaha untuk mengikhlaskannya pergi, aku tak punya maksud untuk melupakannya bahkan membencinya.
Aku tak mungkin bisa melupakan dan membencinya, karena ia pernah membuat hidupku memiliki cerita yang tak biasa.
Hari ini aku mencoba untuk merelakannya, tapi entah kenapa tuhan mempertemukan kita secara tidak sengaja. Apa saat kita bertemu tadi adalah ujian tuhan tentang mentalku menemuinya??
Saat bertemunya tadi, aku hanya berusaha tenang dan menganggap ini hanya pertemuan biasa.
aku pun menyapa mu saat itu, kamu pun bertanya aku dari mana dan aku menjawab dari toko buku. kamu bertanya lagi mau kemana, dan aku menjawab mau pulang. kamu berpamitan untuk pergi dan aku hanya menjawab iya dan pergi dengan perasaan yang membingungkan.
Di perjalanan pulang, aku berpikir untuk menghubunginya. Tapi entah apa yang harus aku sampaikan, dan aku pun menghubunginya via whatsapp.
Aku banyak berterima kasih padanya, dan ia pun membalasnya mengatakan
"God knows the best, semoga kelak kalau kita dipertemukan lagi aku akan menjadi seseorang pribadi yang lebih baik untuk menjagamu dan mengayomimu. Kamu baik-baik ya, kita gak tau kehendak tuhan. Makasih atas semua kenangan ini."
Mungkin ini hari terakhirku bertemu dengannya, hari terakhirku mendapatkan pesan darinya.
Aku hanya berusaha untuk tenang dan berfikir positif atas semua yang telah terjadi sebelumnya dan hari ini.
Kita tak perah tau apa kehendak Tuhan kedepannya, mungkin saat ini ia bersama orang lain dan bisa jadi kelak ia digariskan oleh Tuhan untukku atau bahkan Ia tetap bersama orang lain dan akupun menjalani hariku dengan orang lain.
Aku hanya selalu berdoa yang terbaik untuknya dan untuk diriku, aku tak pernah berniat dan berusaha untuk membencinya. Kita tetap menjadi teman, dan aku dapat mengunjunginya sebagai teman baik yang pernah memimpikan satu atap bersama.
Aku hanya berusaha sebisaku untuk tenang, merelakan serta mengikhlaskan apa yang tidak Tuhan takdirkan untuk diriku.
Aku tetap menyayanginya, menyayangi keluarganya.
Kalau memang Tuhan menggariskan mu bersamaku maka sejauh apapun kita pergi Tuhan selalu punya cara untuk mempertemukan kita kembali, namun bila Tuhan memang menggariskanmu dengan orang lain maka usaha sebesar apa pun kita untuk bertemu dan bersatu pun tak akan mungkin.

Jumat, 22 April 2016

Merpati ku kan pergi

Aku tak pernah tau bagaimana caraku mencintaimu, memulai sebuah cerita yang pernah kita lalui.
Hari itu mungkin tuhan telah takdirkan kita tuk jumpa, saling menyapa merangkai kata tuk jadi sebuah cerita.
Mungkin aku adalah orang yang sangat beruntung memiliki waktu bersamamu, merajut sebuah kehangatan didalam kebahagiaan.
Singkatnya, aku bersyukur dihadapkan denganmu oleh Sang Ilahi.
5 juni 2012, perasaan ku tak dapat di tebak.
Aku kaget waktu kamu minta kita ketemu di depan kelas kita dulu, aku takut buat melangkah ketemu kamu.
Langkah demi langkah sedikit demi sedikit, ku lihat kamu di ujung jalan sana dengan jaket jeans kesayanganmu melangkah mendekatiku.
Kita tepat berada di depan kelas yang memang bukan tempat kita untuk janjian.
Aku takut untuk lihat ke hadapan kamu, aku takut buat bicara dan lihat mata kamu. Mungkin kalau ada orang yang lihat pipi ku merah tak dapat di sembunyikan.
Dan waktunya tiba, kamu pun bertekat mengucapkan kata demi kata yang memintaku untuk menjalani hari dengan mu, sebouqet bunga mawar dan sekeping CD kamu jadikan simbol untuk menyatakan perasaanmu.
Hariku bagi diguyur hujan kebahagiaan. Iya bahagia, bahagia memilikimu, bahagia menjalani hari denganmu.
Sebulan, dua bulan, tiga bulan semua terasa manis. Sangat manis ku rasa, namun adakalanya suatu hubungan itu di uji.
Orang tuaku tak mengerti aku bahagia bersamamu, dan kau mulai terluka.
Namun aku selalu berusaha sebisa ku menjagamu, membahagiakan mu.
Setahun berlalu kita masih baik-baik saja tetap berjuang dengan masalah yang kita terpa, dua tahun perasaanmu mulai pudar dan kita sempat terpisahkan.
Kau pergi dan ku pergi, mencari arah yang berbeda.
Hingga kita dipertemukan kembali dengan hari yang tak lagi utuh, kau pernah berpaling dan akupun begitu.
Namun aku belajar untuk memulai kembali dari awal, belajar menyayangimu kembali sepenuh hatiku.
Aku berjuang dengan banyaknya rintangan, memahami keinginanmu, memahami kebahagiaanmu.
Namun usahaku tak cukup gigih hingga di tahun ke 3 kita kembali dipenuhi hujan badai, mungkin setiap hari ku di penuhi air mata. Air mata takut kehilanganmu, kau merasa tak nyaman lagi untuk tetap bersamaku. Kau berfikir usahamu tak ada yang ku hargai, namun dibalik semua itu aku selalu menghargaimu.
Hampir empat tahun kita membuat cerita dan kini ku tahu kau bukan milik ku lagi.
Aku menangis di setiap doaku menyebut namamu, andai waktu dapat di putar dan memperbaiki semua yang telah terjadi, namun aku terlambat karna hatimu sudah kosong untuk ku.
Dalam tidurku, hari-hariku, aktivitasku, yang ku ingat hanyalah dirimu.
Suatu ketika ku menginginkan engkau tuk kembali, tapi aku tak sanggup dengan dirimu yang begitu menyayangi dan takut kehilangannya.
Aku menangis, saat mengucapkan "tolong kamu balikan ya sama dia".
Aku berusaha tersenyum, namun aku telah membohongi perasaanku. Aku ucapkan aku bahagia bila dirimu bahagia tapi jauh persaanku sungguh terluka, aku harus belajar merelakanmu bahagia dengan orang lain. Dengan caramu menyaanginya dengan usahamu membuat komitmen dengannya.
Hari ini mungkin hari terakhirku untuk mengusahakan berpura-pura dengan perasaanku, hari ini mungkin hari terakhirku meminta kepadamu untuk kita bertemu.
Aku akan belajar mengikhlaskanmu dengan dirinya.
Selamat tinggal wahai merpati, terbanglah dengan caramu. Terbanglah dengan sayapmu yang telah sempurna olehnya.

Dari aku yang pernah belajar mengerti dan membahagiakanmu.