kangen ibu, kenapa tuhan begitu cepat meminta ibu kembali.
tuhan hanya mengizinkan ku melihat ibu selama 6 tahun setengah,
tanpa ibu, ayah berubah.
tanpa ibu, ayah takmengerti.
bu, aku kangen.
aku rindu saat" kita bersama.
bu, aku ingin ibu disini bersama ku.
Sabtu, 15 Juni 2013
Sabtu, 08 Juni 2013
Mentari Terus Bersinar
Saat itu, hati ingin terus bertannya.
Siapa aku? siapa kamu? Siapa kita?
Mengapa kita? Harus apa kita?
Namun hati tak pernah tahu jawaban dari semua itu.
Hati selalu gundah dan bertanya kembali.
Pantaskah rindu datang?
Pantaskah cemburu itu datang?
Pantaskah Gemuruh hati ini ada?
Namun hati tetap tak menemukan jawabannya.
Saat itu, lelah menghampiri.
Dan berkata,
Apa harus kita tetap diam?
Beristirahat lalu melanjutkannya kembali?
Atau,
Apa harus kita berhenti?
Beristirahat lalu pergi dari semua ini?
Namun tak lama kemudian hati menjawab semua pertanyaanya,
Aku adalah kau,
Kau adalah aku,
Kita adalah sama,
Kita tak mengapa,
Kita harus bergegas,
Rindu pantas untuk ku rasakan,
Cemburu pantas datang kepada ku,
Gemuruh hati pantas untuk ku dengar.
Hati pun berkata kepada kelelahan,
Kita tak pantas untuk diam,
Namun kita pantas untuk melanjutkannya kembali.
Kita tak harus berhenti,
Namun kita juga tak pantas untuk pergi.
Hati berawal dari kata,
Kerinduan,
dan Cemburu.
Hati yang damai akan tetap bertahan,
walau beribu rintangan datang menghampiri.
layaknya sebuah Mentari yang akan terus bersinar kala badai datang.
Siapa aku? siapa kamu? Siapa kita?
Mengapa kita? Harus apa kita?
Namun hati tak pernah tahu jawaban dari semua itu.
Hati selalu gundah dan bertanya kembali.
Pantaskah rindu datang?
Pantaskah cemburu itu datang?
Pantaskah Gemuruh hati ini ada?
Namun hati tetap tak menemukan jawabannya.
Saat itu, lelah menghampiri.
Dan berkata,
Apa harus kita tetap diam?
Beristirahat lalu melanjutkannya kembali?
Atau,
Apa harus kita berhenti?
Beristirahat lalu pergi dari semua ini?
Namun tak lama kemudian hati menjawab semua pertanyaanya,
Aku adalah kau,
Kau adalah aku,
Kita adalah sama,
Kita tak mengapa,
Kita harus bergegas,
Rindu pantas untuk ku rasakan,
Cemburu pantas datang kepada ku,
Gemuruh hati pantas untuk ku dengar.
Hati pun berkata kepada kelelahan,
Kita tak pantas untuk diam,
Namun kita pantas untuk melanjutkannya kembali.
Kita tak harus berhenti,
Namun kita juga tak pantas untuk pergi.
Hati berawal dari kata,
Kerinduan,
dan Cemburu.
Hati yang damai akan tetap bertahan,
walau beribu rintangan datang menghampiri.
layaknya sebuah Mentari yang akan terus bersinar kala badai datang.
Langganan:
Postingan (Atom)