Senin, 26 November 2012
kesal
bete ya bete yang dirasain hari ini,
makalah yang gak kelar-kelar,
cerpen yang bingung cerita akhirnya gimana,
pidato yang belum tampil.
semuanya BRUGGG jatuh remuk tak ada arti,
kesel yang ada semua ini.
orang yang ditunggu gak dateng-dateng,
baru akan dateng saat di tegur.
apa maunya dia kalau seperti ini terus,
tak ada kemajuan.
HAAAAAAAAAAAAAAA
aku ingin berteriak hingga pita suaraku putus.
makalah yang gak kelar-kelar,
cerpen yang bingung cerita akhirnya gimana,
pidato yang belum tampil.
semuanya BRUGGG jatuh remuk tak ada arti,
kesel yang ada semua ini.
orang yang ditunggu gak dateng-dateng,
baru akan dateng saat di tegur.
apa maunya dia kalau seperti ini terus,
tak ada kemajuan.
HAAAAAAAAAAAAAAA
aku ingin berteriak hingga pita suaraku putus.
Minggu, 25 November 2012
Awal yang Indah
Kisah ini berawal dari twitter, di saat ku merasa gundah gulana karena cinta. Kau datang untuk menghiburku, mengisi hari-hari ku agar bahagia.
"pengen ice cream" status twitterku saat itu.Dan kau pun menghiraukannya , mungkin kau berniat menemani ku saat itu untuk makan ice cream. Selanjutnya aku mengupdate sebuah status "hmm mau cheese cake harvest " , dan kamupun terus menerus menghiraukan status-status ku di twitter , awalnya aku memang menganggap semua itu hanya kebetulan tapi semakin sering kau menghiraukan akupun tergoda karnamu hari-hariku seperti penuh warna.
Siang hari saat aku ingin pulang sekolah, dari kejauhan aku melihatmu dan aku berniat untuk menyapamu dan menanyakan tentang pergi ko toko kue itu.
"mar, kapan mau ke harvest?"
"kalo hari ini gue gak bisa, sabtu mungkin" jawabnya cepat.
Aku hanya mengiyakan jawabanmu dan mengagapnya angin lalu yang pergi begitu saja, akupun lekas pergi meninggalkan mu.
Matahari mulai tergelincir ke arah barat menandakan hari mulai sore, akupun pergi les kesuatu bimbingan belajar dekat sekolahku. Disana aku les bersama teman-teman 1 sekolah ku tetapi ada juga teman-teman yang beda sekolah namun masih dalam kota yang sama . Saat belajar dimulai aku memikirkan kejadian tadi siang dimana aku bertemu dan berbicara padanya , akhirnya aku menanyakan nomer telphonnya pada salah satu teman ku.
"ker,punya nomer amar gak?"
"ada nih, buat apa?"
"minta dong, gak apa-apa ada perlu aja"
Akupun berhasil mendapatkan nomer telphonnya.
Setelah les selesai aku pulang kerumah menaiki angkutan umum, sepanjang perjalanan pulang aku bertekat untuk mengirim pesan singkat kepadanya tapi aku merasa ragu takut pesan ku tak sampai atau jangan-jangan salah nomer. Sesampainya dirumah akhirnya aku mencoba mengirim pesan kepadanya,
"mar,ini gue prita. kalo sabtu gue gak bisa lagi gak ada uang hehehe..."
tak lama kemudianpun pesan ku terbalas,
"iya gak apa-apa, gue juga gak bisa ada urusan" balasnya cekatan.
Pesan demi pesanpun aku kirimkan kepadanya dan terus berlanjut hingga larut malam bahkan pagi, entah apa yang aku rasakan saat itu begitu menyatu dan nyambung saat berbicara padanya walau hanya melalui pesan-pesan singkat. Hari demi hari pesan-pesan itu selalu menghantui inbox di handphone ku seraya berteriak "baca akuuuu, balas akuuu"...
Dari setiap pesan yang ku terima banyak sekali membahas tentang superman dan akhirnya akupun mengganti namanya menjadi ojek superman di contact handphone ku. Waktu itu dia janji mengajakku ke toko kue yang pernah aku ungkit di twitter, dan tepat di hari sabtu dia mengajak ku pergi tanpa aku ketahui mau dibawa kemana aku ini. Mobil terus melaju membawa dirinya dan aku pergi, sepanjang perjalanan aku banyak bertanya ingin dibawa kemana aku tapi hanya tawa kecil dan senyuman yang aku tangkap darimu. Mobil berhenti tepat didepan tempat yang kita tuju.
"Tadaaaa... kita mau kesini" ucapnya sambil tersenyum kepadaku.
Aku hanya bisa diam dan tersenyum seakan semua ini seperti mimpi, melihat apa yang ada di pandangan ku "HARVEST" toko kue yang ingin ku datangi dari beberapa hari yang lalu. Kitapun melangkah perlahan memasuki toko itu,berbagai macam kue yang disajikan dan kitapun memesan kue dan minuman untuk disantap menemani kebersamaan kita saat itu. Tak penting apa yang kita pesan saat itu, yang penting adalah kebersamaan ditempat itu berbagi cerita canda dan tawa.
Ditempat itu kita saling bertukar cerita, mengenal lebih jauh tentang kita dan tanpa terasa hari mulai siang menandakan kita harus meninggalkan toko itu. Pagi itu begitu indah untuk kita lalui bersama dengan canda tawa yang menyelimuti, kitapun berpisah dan kembali kerumah masing-masing. Sesampai dirumah aku mengirim pesan singkat kepadanya
"makasih ya buat hari ini,maaf loh ngerepotin", dan dia membalas pesanku.
Tiga hari setelah aku pergi dengannya ke toko kue itu, seperti biasa bersama teman-teman ku berkumpul bercerita di kantin sekolah ku. Handphone ku bergetar menandakan ada pesan masuk dan ku lihat "ojek superman" dilayar handphone ku. Aku membuka pesan darinya yang isinya "aku mau ngomong sama kamu sekarang ,aku tunggu kamu di depan kelas kita dulu". Tiba-tiba tubuhku berubah menjadi dingin seperti beku jantung ini begitu tak beraturan, sangat lucu kelakuan ku saat itu. Aku terus memegang tangan temanku dengan kencang dan aku berkata ,
"ink aku deg-degan, aku takut ink.. temenin aku ketemu amar yuk" . Air muka ku berubah menjadi dingin dan terasa kaku.
"Ayo mba jangan takut,samperin gih kasian dia nungguin" oink menyemangatiku.
Akhirnya akupun pergi menemuinya dengan hati yang tak tentu seperti ingin perang dengan rasa gugup, di depan ku dia duduk dengan mengenggam bunga mawar, dan dia berkata "mungkin ini memang terlalu cepat untuk kita tapi aku anggap ini tepat untuk aku ada di hidup kamu".
aku hanya diam, tak berkutik sedikitpun.
"ini buat kamu, mau gak jadi pacar aku? kalo kamu mau jadi pacar aku, kamu ambil bunga ini"
aku terus berfikir tentang perasaan ku kepadanya dan akhirnya akupun menjawab, "aku mau jadi pacar kamu" jawab ku gugup sambil mengambil bunga mawar darinya.
Diapun tersenyum mendengar jawabanku dan berkata "ini satu lagi buat kamu,buka dirumah ya".
Aku mengambil sebuah benda yang terbungkus oleh kertas kado dari tangannya dan cepat-cepat aku pergi meninggalkannya ke kantin, dan saat ku melintasi lapangan banyak sekali teman-teman yang berteriak menyoraki ku yang sedang membawa-bawa bunga di genggamanku. Dikantin teman-temanku berteriak seraya menyambut ku dengan penuh penasaran, dan mereka terus bertanya-tanya tentang kejadian itu.
Hari itu menjadi hari berharga untuk kita, 10 tangkai bunga mawar merah 1 tangkai bunga mawar putih dan 1 buah CD berisikan lantunan-lantunan puisi menjadi saksi awal perjalanan kita Sejak saat itu aku selalu menemukan kebahagian bersamamu hingga saat ini walau terkadang selalu ada perbedaan diantara kita yang memang membuat kita semakin merekat.
Selasa, 5 Juni 2012
A&P ;)
Biru
Biru mewakili kesedihan kata mereka
yang kian meredup tersayat senja
nestapa sirna di saat engkau datang
biru lembayu nuansa alam kian datang
dengan nestapa dan semuanya hilang
Entah karna hadirnya
atau karna anugrah dari engkau
semesta alam.
yang menciptakan seluruh senyum
senyum dirimu yang mematikan
Ya mematikan
karna itu matilah hatiku
dan terjerat dalam kebisuan
tak berdaya menerima dirimu
mungkin tuhanpun kian menangis
sang suryapun meredup sinarnya
disaat kau berlinang
Disaat kau berlinang
tapi kelak kau tak tersenyum
karna ku kan mengajakmu terbang
bersama burung bersikat kata mereka
yang kian meredup tersayat senja
nestapa sirna di saat engkau datang
biru lembayu nuansa alam kian datang
dengan nestapa dan semuanya hilang
Entah karna hadirnya
atau karna anugrah dari engkau
semesta alam.
yang menciptakan seluruh senyum
senyum dirimu yang mematikan
Ya mematikan
karna itu matilah hatiku
dan terjerat dalam kebisuan
tak berdaya menerima dirimu
mungkin tuhanpun kian menangis
sang suryapun meredup sinarnya
disaat kau berlinang
Disaat kau berlinang
tapi kelak kau tak tersenyum
karna ku kan mengajakmu terbang
bersama burung bersikat kata mereka
Sang bijaksana yang terlupa
ia sang bijaksana yang kini mulai menua
tubuhnya yang dulu tegap kini mulai membungkuk
kulitnya yang kencang kini mulai keriput
dan saat ini tongkat yang selalu menemani hari-harinya
ia yang dulu selalu melindungi ku
ia yang selalu membahagiakan ku
namun kini karna keegoisanku
ia terlupakan karna waktu
semakin dewasanya diriku
dan semakin terlupakannya dirimu
semakin banyaknya kegiatanku
dan semakin kau ku abaikan
kini saat kau menunjukan keperdulianmu
aku baru saja menyadari
bahwa kau tetap menjadi si bijaksana
tuan bijaksana yang pernah ku lupakan
tubuhnya yang dulu tegap kini mulai membungkuk
kulitnya yang kencang kini mulai keriput
dan saat ini tongkat yang selalu menemani hari-harinya
ia yang dulu selalu melindungi ku
ia yang selalu membahagiakan ku
namun kini karna keegoisanku
ia terlupakan karna waktu
semakin dewasanya diriku
dan semakin terlupakannya dirimu
semakin banyaknya kegiatanku
dan semakin kau ku abaikan
kini saat kau menunjukan keperdulianmu
aku baru saja menyadari
bahwa kau tetap menjadi si bijaksana
tuan bijaksana yang pernah ku lupakan
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.gif)
.gif)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
