ia sang bijaksana yang kini mulai menua
tubuhnya yang dulu tegap kini mulai membungkuk
kulitnya yang kencang kini mulai keriput
dan saat ini tongkat yang selalu menemani hari-harinya
ia yang dulu selalu melindungi ku
ia yang selalu membahagiakan ku
namun kini karna keegoisanku
ia terlupakan karna waktu
semakin dewasanya diriku
dan semakin terlupakannya dirimu
semakin banyaknya kegiatanku
dan semakin kau ku abaikan
kini saat kau menunjukan keperdulianmu
aku baru saja menyadari
bahwa kau tetap menjadi si bijaksana
tuan bijaksana yang pernah ku lupakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar